Candi Ngempon
Cagar Budaya Candi Ngempon
Cagar Budaya Candi Ngempon

Tidak begitu tinggi, tidak juga begitu besar, namun Candi Ngempon  ini memiliki nilai Sejarah yang tinggi. Karena dengan di temukannya Candi, membuktikan bahwa dalam suatu tempat pernah terbentuk sebuah peradaban yang sangat bagus pada jamannya. Oleh kerna itu, sebagai bangsa yang Besar, harus selalu melestarikan sejarah peninggalan yang telah ada. Dan jangan pernah melupakan sebuah Sejarah.

Arah Menuju Candi Ngempon
Arah Menuju Candi Ngempon

Tapi pada Kenyataannya, dewasa ini, masyarakat mulai melupakan perjuangan dan mengabaikan peninggalan sejarah yang telah ada. Bukti ini diperkuat dengan tidak terawatnya area Cagar Budaya Candi Ngempon. Selain itu, di Kawasan Candi ini, sering di salahgunakan oleh warga sekitar Candi. Bila malam tiba, lokasi ini selalu ramai dengan muda-mudi dan para remaja yang sedang dimabuk asmara. Bisa di pastikan mereka akan berbuat tindakan yang di larang oleh norma-norma adat dan budaya.

Menurut beberapa sumber yang beredar, di sekitar Area Candi Ngempon terdapat banyak tempat karaoke dan hiburan malam. Bisa dipastikan tempat ini tidak akan sepi dari pengunjung. Mulai dari yang hanya jalan-jalan biasa, sampai yang benar-benar mencari wanita penghibur. Oleh karena itu Pemerintah yang mengelola Candi ini, seharusnya mentertibkan kegiatan yang dilarang ini. Karena kegiatan itu akan mengurangi nilai dari Sejarah Candi dan menghilangkan dari fungsi Candi yang sebenarnya. Candi Ngempon ini Merupakan peninggalan dari Candi Hindu, jangan salah Kalau Komunitas penganut Agama Hindu di Semarang memboikot kegiatan Terlarang itu.

Gapura Menuju Candi Ngempon
Gapura Menuju Candi Ngempon

Sejarah Candi Ngempon

Candi ini pertama kali di temukan pada tahun 1952 oleh seorang warga yang kebetulan sedang mengolah sawah. Kebetulan pada saat itu alat paling canggih untuk mengolah sawah hanyalah cangkul, secara tidak sengaja dengan cangkul milik warga yang sedang mencangkul area persawahan, Candi Ngempon ini mulai ditemukan. Pada awal ditemukan, Candi ini hanyalah berupa bebatuan yang tidak beraturan. Ukuran bebatuan yang di temukan pertama kali berukuran 40m2. Selain reruntuhan bebatuan, juga di temukan sepuluh patung yang melengkapi ornamen Candi. Patung itu antara lain: Durga, Ganesha, Kinara-Kinari, dan Nandi. Arca-Arca tersebut kira-kira berukuran satu meter dan saat ini di simpan di Museum Ronggowarsito Semarang. Karena terkena longsoran tanah penemuan Candi ini tidak utuh atau dalam keadaan Bubrah.

Di tempat ini di temukan Sembilan titik pondasi Candi. Akan tetapi saat ini hanya empat Candi yang telah mengalami Rekonstruksi Oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala pada tahun2006 silam. Parisada Hindhu Dharma Indonesia juga sudah meruwat Candi ini. Tidak Jauh dari Candi Ngempon juga terdapat petirtaan atau pemandian air hangat peninggalan Kerajaan Zaman Hindu yang saat ini sedang dalam tahap rekonstruksi atau pembangunan ulang.

Letak Candi Ngempon

Dari Candi Ngempon ke Candi Gedong Songo
Dari Candi Ngempon ke Candi Gedong Songo

Secara administratif, Candi Ngempon ini terletak di Kelurahan Ngempon, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Atau berjarak sekitar dua kilometer dari pasar karangjati. Dan apabila anda akan bertolak dari Candi Gedong Songo, akan menempuh jarak Sekitar 17.5 kilometer dan akan memakan waktu kurang lebih satu jam perjalanan. Di area sekitar candi dahulu diyakini merupakan pusat penggemblengan para kasta brahmana untuk dididik sebagai mpu, atau empu, baik di bidang, olah kanuragan, sastra budaya maupun kerohanian. Oleh karena itu, tempat situs candi tersebut berada dikenal dengan nama Ngempon, yang berasal dari kata empu atau ngempu. Mengingat letak Candi ini berada di Area Persawahan, Akses menuju lokasi Candi Ngempon ini harus dilalui dengan berjalan kaki dari tempat Parkir yang sudah di Sediakan oleh pengelola Candi.

Baca Juga : Pesona Candi Gedong Songo Semarang

Jadi gimana nih, jadiwisata nggak ya ? Harus Jadi Dong. Semoga Artikel singkat ini bermanfaat dan Semoga hari – hari anda menyenangkan.

, , , , , , , , , ,
Artikel Lainya
Latest Posts from JadiWisata.COM