candi lumbung sengi

Pada tahun 2011 Candi Lumbung terkena aliran lahar dingin Gunung Merapi akibatnya tebing Kali Apu di sisi candi semakin tergerus hingga menyisakan lebar kurang dari satu meter. Maka dari itu, candi ini dipindahkan sementara ke tempat yang lebih aman.
Candi Lumbung merupakan salah satu peninggalan purbakala di kawasan Sengi, Kabupaten Magelang. Candi Lumbung Sengi ini terletak di Dusun Tlatar, Desa Krogowanan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Candi ini berada tepat di tepi Kali Apu, yang mengalir dari Gunung Merapi di lereng sisi barat. Tempatnya dapat dicapai dari jalan raya Yogyakarta Magelang di pertigaan Blabak sekitaran pabrik kertas ke arah Ketep. Candi ini terletak berdekatan dengan dua candi lainnya, yaitu Candi Pendem dan Candi Asu. Ketiga candi sering disebut dengan Candi-candi Sengi.

halaman candi lumbung sengi
halaman candi lumbung sengi

Arsitektur
Berdasarkan pendataan dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah, batu candi Hindu tersebut kini yang tersisa hanya tinggal 65 persen. Dari sisa yang ada, ukuran candi adalah luas 8,70 meter X 8,70 meter, tinggi tangga 2,5 X 2 meter, dan setingggi 8 meter dari lantai dasar.
Bangunan suci Buddha ini merupakan gugus candi yang terdiri atas 17 bangunan, yaitu satu candi utama yang terletak di pusat, dikelilingi oleh 16 candi perwara. Halaman komples Candi Lumbung ini ditutup hamparan batu andesit.

bagian candi lumbung sengi
bagian candi lumbung sengi

Candi utamanya yang sendiri saat ini sudah tinggal reruntuhan, berbentuk poligon bersisi 20 dengan denah dasar seluas 350 m2. Berdiri di atas batur setinggi sekitar 2,5 m. Tangga dan pintu masuk nya terletak di sisi timur. Pintu masuk dilengkapi bilik penampil dan lorong menuju ruang dalam tubuh candi. Bagian luar dinding di keempat sisi dihiasi dengan pahatan-pahatan gambar sesosok lelaki dan perempuan dalam ukuran yang hampir sama dengan kenyataan. Gambar yang ada pada dinding yang mengapit di pintu masuk adalah Kuwera dan Hariti.
Pada dinding luar di sisi utara, barat dan selatan terdapat relung tempat untuk meletakkan arca Dhyani Buddha. Jumlah relung pada masing-masing sisi adalah 3 buah, sehingga jumlah keseluruhannya ada 9 buah, Saat ini tak satupun relung yang berisi arca. Atap candi utama sudah hancur, namun diperkirakan berbentuk stupa dengan ujung yang runcing, mirip atap candi perwara.
Candi perwara yang berjumlahnya ada 16 buah berbaris mengelilingi candi utama. Seluruh candi perwara menghadap ke arah candi utama. Masing masing candi perwara berdiri di atas batur dengan ketinggian sekitar 1 m dengan denah dasar sekitar 3 m2. Dinding tubuh candi polos tanpa hiasan. Di sisi timurnya tepat di depan pintu terdapat tangga yang dilengkapi dengan pipi tangga. Di atas pintu terdapat Kalamakara tanpa rahang bawah.
Atap candi perwara bentuknya kubus bersusun dengan puncak stupa. Setiap sudut kubus dihiasi dengan stupa kecil. Di dalam ruangan tubuh candi perwara terdapat batu mirip tatakan arca yang disusun berjajar.

relief candi lumbung sengi
relief candi lumbung sengi

Lokasi cukup mudah untuk dijangkau Candi ini terletak berdekatan dengan dua candi lain, yaitu Candi Pendem dan Candi Asu. Ketiga candi sering disebut dengan Candi-candi Sengi. Tempat yang luas dengan panorama alam indah udara segar menjadikan area bermain bagi anak-anak dan keluarga semakin menyenangkan. Apalagi penduduk sekitar yang cukup ramah terhadap para pengunjung.

Baca Juga :

HTM : – ( kurang lebih 5000)
Buka/Tutup : 08.00 – 17.00 WIB

candi lumbung sengi
candi lumbung sengi

Tips Buat Anda Yang Akan Mengunjungi Candi Lumbung Sengi

  • Datang di Pagi Hari Kalau anda sampai tujuan pada pagi hari, udaranya begitu segar, bersih, dan tenang. Anda akan terlupa dengan hiruk pikuk kota yang begitu bising ketika berada di tempat ini di pagi hari.
  • Bawa Air Minum supaya anda tidak kehausan selama bermain di candi. Meskipun di sekitar Candi ada yang jual, tapi setidaknya kalau anda sudah mempersiapkan sebelumnya, akan lebih baik.
  • Sedia Payung Kalau terpaksanya anda harus datang pada siang hari, alangkah baiknya sedia payung dari rumah, karena akan sangat bermanfaat sekali ketika anda menikmati pemandangan nantinya tanpa kepanasan.

, , , , , ,
Artikel Lainya
Latest Posts from JadiWisata.COM