Batu candi yang bata candi brangkal

Lokasi Candi Brangkal terletak di desa Candirejo kabupaten Magelang, sebuah desa wisata yang berjarak 3 km dari Candi Borobudur. Candi ini sudah hancur pada saat ditemukannya, hanya menyisakan puing puing dan sebuah arca yang saat ini disimpan di salah satu rumah warga setempat. Di desa Candirejo, kamu bisa menginap di rumah rumah warga yang menyewakan kamarnya sebagai penginapan, dan dapat merasakan langsung suasana kehidupan desa. Berbagai aktivitas seperti belajar memainkan gamelan, mencicipi makanan makanan tradisional, mengikuti upacara keagamaan setempat, dan lain sebagainya. coba kamu bayangkan pasti seru bukan?
Lokasi Coordinates: 7°37’15″S 110°13’46″E

Lokasi penemuan candi brangkal
Lokasi penemuan candi brangkal

Disana juga terdapat Masjid Tiban dan berbagai Batu- batuan Candi berujud Yoni dan Lingga serta bentuk lainnya. Dibawah Masjid Tiban ( Masjid Baitul awal ) diduga terdapat Candi yang masih terpendam mengingat banyaknya bebatuan candi yang terdapat disekitar Masjid tersebut. Dan kini banyak ditemukan Batu Bata kuno serta berbagai Patung Wisnu. Yang hingga sekarang masih disimpan oleh masyarakat. Terdapat Masjid Tiban dan berbagai Batu- batuan Candi berujud Yoni dan Lingga serta bentuk lainnya. Dibawah Masjid Tiban ( Masjid Baitul awal ) diduga terdapat Candi yang masih terpendam mengingat banyaknya bebatuan candi yang terdapat disekitar Masjid tersebut. Dan kini banyak ditemukan Batu Bata kuno serta berbagai Patung Wisnu. Yang hingga sekarang masih disimpan oleh masyarakat. Situs ini brada di dalam rumah bambu milik bapak Sarwaono. Yang masih tertata rapi di dalam rumah.

Arca candi brangkal
Arca candi brangkal

Arca dan artefak tersebut ditemukan sekitar tahun 2006 pada sebuah diding tebing sungai yang berjarak kurang dari 50 m dari tempat penyimpanan arca sekarang. Waktu itu sarwono dan warga sekitar hendak membuat jalan di pinggir tebing agar memudahkan warga yang hendak pergi ke sungai. Namun pada saat pengerjaan belum selesai warga menemukan banyak batu bata berukuran besar dan yang lainnya. Akhirnya para warga mengumpulkan batu bata tersebut dan menyimpannya di rumah bapak sarwono, Namun ada beberapa warga yang menggunakannya sebagai bahan bangunan. Saat ini batu bata dan arca di simpan di dalam lemari. Dan disamping rumah bapak sarwono juga terdapat batu yang terlihat berbentuk seperti sebuah yoni namun tidak memiliki cerat, batu tersebut menurut saya mirip batu lumpang. Dan warga sekitar menyebutnya dengan batu kenteng.

yoni, warga menyebut nya batu kenteng
yoni, warga menyebut nya batu kenteng

Baca juga :

Terimakasih dengan anda mengunjungi situs cagar budaya dan sejarah bangsa ini, secara tidak langsung anda telah melestarikan saksi sejarah bangsa yang masih tersisa saat ini. Dan jangan biarkan batu batu kuno tersebut hanya dijadiakan sebagai dongeng masa lampau, yang lambat laun tentu saja akan punah dikikis oleh jaman. dan jangan lupa apabila berkunjung kesana untuk selalu menjaga kebersihan dan kelestarian candi.

, , ,
Artikel Lainya
Latest Posts from JadiWisata.COM